Tim nasional Maroko menegaskan diri sebagai kekuatan yang patut diwaspadai dalam perhelatan Piala Dunia 2026. Skuad berjuluk Singa Atlas ini sukses melaju ke babak perempat final, membawa ambisi besar untuk menyamai, atau bahkan melampaui, capaian bersejarah mereka saat menembus semifinal edisi 2022 lalu.

Keberhasilan Maroko melangkah jauh tidak lepas dari performa ofensif yang sangat cair. Hingga saat ini, anak asuh Mohamed Ouahbi telah melesakkan 10 gol dari lima pertandingan. Statistik ini semakin impresif mengingat gol-gol tersebut tidak hanya bergantung pada satu sosok, melainkan tersebar ke berbagai posisi di lapangan.

Meski Ismael Saibari memimpin daftar pencetak gol dengan tiga torehan, produktivitas Maroko tetap terjaga meski sang pemain dibayangi cedera hamstring. Kedalaman skuad menjadi kunci, di mana pemain pengganti seperti Soufiane Rahimi mampu membuktikan kapasitasnya dengan menyumbang gol krusial saat menghadapi Haiti dan Kanada.

Gelandang Azzedine Ounahi pun menunjukkan ketajaman yang sama dengan catatan dua gol, sementara pemain sayap Gessime Yassine juga turut menyumbangkan namanya di papan skor. Tidak berhenti di lini depan dan tengah, sektor pertahanan Maroko pun menjadi ancaman bagi lawan. Kapten Achraf Hakimi dan bek tengah Issa Diop telah membuktikan bahwa mereka memiliki naluri gol yang mematikan di saat tim membutuhkan.

Keragaman sumber gol ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi lini pertahanan Prancis yang akan menjadi lawan mereka di babak perempat final pada Jumat (10/7) dini hari WIB mendatang. Dengan tambahan amunisi berbakat seperti Brahim Diaz, Ayyoub Bouaddi, serta Bilal El Khannouss, Prancis diprediksi akan menghadapi tantangan taktis yang sangat kompleks dalam meredam agresivitas serangan Maroko dari berbagai arah.