Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menegaskan bahwa tantangan utama sektor kesehatan Indonesia saat ini bukan sekadar pada kuantitas tenaga medis, melainkan pada ketimpangan distribusi yang masih mencolok. Menurutnya, pembenahan tata kelola tenaga kesehatan harus segera dilakukan agar masyarakat di pelosok daerah mendapatkan akses layanan yang setara dengan mereka yang berada di kota-kota besar.

Pemerintah diharapkan mampu menyusun perencanaan tenaga kesehatan yang lebih strategis dengan memetakan kebutuhan riil di setiap wilayah. Netty menyoroti bahwa penempatan dokter di daerah terpencil tidak bisa hanya mengandalkan sistem penugasan, melainkan harus dibarengi dengan insentif yang menarik, kepastian jenjang karier, serta fasilitas pendukung yang layak untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga medis.

Terkait pembangunan infrastruktur kesehatan, ia mengimbau agar pemerintah berbasis pada kajian yang komprehensif. Pembangunan rumah sakit maupun pengadaan alat kesehatan di masa depan harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan guna menghindari pemborosan fasilitas yang tidak optimal pemanfaatannya. Netty juga menyambut baik integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem kesehatan, namun menegaskan bahwa teknologi tersebut hanyalah alat bantu yang tidak akan menggantikan peran krusial dokter dalam pengambilan keputusan klinis dan aspek etik.

Lebih lanjut, ia mendorong pergeseran paradigma pembiayaan kesehatan yang lebih menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup. Penguatan layanan kesehatan primer dan deteksi dini penyakit kronis menjadi kunci agar masyarakat tetap produktif. Selain itu, implementasi audit medis yang transparan dan akuntabel diusulkan sebagai instrumen untuk menjaga standar mutu pelayanan serta memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan.

Sebagai penutup, Netty menekankan bahwa reformasi sistem kesehatan yang berkeadilan memerlukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat hingga akademisi. Kolaborasi yang solid dinilai sebagai kunci untuk mewujudkan akses kesehatan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.