Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengambil langkah progresif dengan menaruh perhatian serius pada isu kesehatan mental para atlet. Fokus utama gerakan ini menyasar atlet laki-laki, yang dinilai masih kerap memendam tekanan psikologis serta hambatan emosional selama menjalani proses pembinaan olahraga.
Ketua Umum KONI Jawa Timur, M. Nabil, mengungkapkan adanya fenomena di mana atlet pria cenderung menyembunyikan masalah yang mereka hadapi dari keluarga maupun orang terdekat. Menurutnya, jika hambatan komunikasi ini dibiarkan terus berlarut-larut, hal tersebut berpotensi besar mengganggu fokus dan perkembangan prestasi sang atlet.
Guna mengatasi persoalan tersebut, KONI Jatim merancang deklarasi khusus yang mengajak para atlet laki-laki agar lebih berani mengekspresikan kendala psikologis mereka kepada pelatih. Pelatih, sebagai sosok terdekat dalam keseharian atlet di lapangan, diharapkan mampu memosisikan diri sebagai pendengar yang aman dan tepercaya.
Nabil juga mengingatkan bahwa tekanan di dunia olahraga tidak melulu berupa kekerasan fisik. Beban mental akibat ekspektasi tinggi untuk meraih medali emas, tuntutan dari pelatih dan orang tua, hingga ambisi pribadi kerap kali menjelma menjadi bentuk tekanan psikologis yang sangat berat bagi atlet senior maupun pemula.
Kampanye ini berjalan selaras dengan gerakan "Ayah Bunda, Anak Laki-Lakimu Butuh Kamu" yang dipelopori oleh DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Surabaya bersama RSD Prof. dr. Moeljono. Sinergi ini bertujuan mendobrak stigma sosial yang menuntut anak laki-laki harus selalu tampak kuat dan dilarang mengekspresikan kesedihan atau rasa lelah.
Komitmen bersama ini akan diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Gedung KONI Jatim. Gerakan ini ditargetkan dapat menjangkau seluruh daerah di Jawa Timur sebagai bagian dari persiapan mental para atlet menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027.