Langkah tim nasional Portugal di ajang Piala Dunia 2026 harus terhenti di babak 16 besar setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol. Gol tunggal yang dicetak oleh Mikel Moreno pada masa tambahan waktu babak kedua menjadi pembeda dalam laga sengit yang berlangsung ketat sejak menit awal.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menyatakan bahwa anak asuhnya telah berjuang maksimal dan mampu mengimbangi permainan Spanyol yang digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat juara. Martinez menilai kekalahan tersebut lebih disebabkan oleh faktor ketidakberuntungan, terutama saat upaya pemainnya membentur mistar gawang.

"Rakyat Portugal boleh berbangga dengan performa tim ini. Kami merasa pantas membawa pertandingan hingga perpanjangan waktu. Namun, hari ini keberuntungan memang belum berpihak kepada kami dalam laga yang sangat seimbang ini," ungkap Martinez dikutip dari laman resmi FIFA.

Senada dengan sang pelatih, gelandang andalan Portugal, Bruno Fernandes, tidak menutupi rasa kecewanya. Ia menyoroti penurunan intensitas permainan timnya pada babak kedua yang memberikan ruang bagi Spanyol untuk mendominasi. Fernandes mengakui bahwa keputusan taktis untuk bertahan terlalu dalam menjadi bumerang yang harus dibayar mahal oleh timnya.

"Kami datang dengan ambisi besar, namun sayangnya penampilan kami belum berada di level terbaik. Kami melakukan kesalahan dengan membiarkan Spanyol menguasai bola di area pertahanan kami. Jika kami konsisten seperti di babak pertama, hasil akhirnya bisa saja berbeda," tutur Fernandes.

Pertandingan sendiri berjalan cukup intens dengan jual beli serangan dari kedua kubu. Portugal sempat menciptakan beberapa ancaman melalui Cristiano Ronaldo dan Joao Felix, sementara Spanyol tampil solid berkat aksi Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal. Kemenangan ini memastikan Spanyol melaju ke babak perempat final, sementara Portugal harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal di turnamen ini.