Pemerintah Kabupaten Buleleng mengambil langkah progresif dalam menekan angka penyebaran penyakit menular dengan mempererat kolaborasi lintas sektor. Langkah nyata ini diwujudkan melalui forum kemitraan khusus guna mengoptimalkan pencegahan serta pengendalian penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) yang berlangsung di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng pada Jumat (17/7/2026).

Forum strategis yang diinisiasi oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Wilayah Bali ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra pembangunan. Sinergi ini dibentuk untuk merespons kekhawatiran atas tingginya angka temuan kasus ketiga penyakit menular tersebut berdasarkan data surveilans Dinas Kesehatan Buleleng per Juni 2026.

Mewakili Kepala Bappeda Buleleng Komang Audi Berawijaya, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Buleleng, Arya G. Mataram, menekankan bahwa penanganan ATM tidak lagi bisa dilakukan secara parsial oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan integrasi perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah yang komprehensif agar penanganan menjadi lebih terpadu dan berdampak luas.

Dalam kesempatan tersebut, Arya memaparkan skema implementasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Skema ini berfokus pada pelabelan anggaran (tagging) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) non-kesehatan, memastikan kontribusi aktif instansi lintas sektor dalam mendukung program pencegahan penyakit menular sesuai dengan porsi kewenangan masing-masing.

Selain anggaran daerah, Pemkab Buleleng juga melirik potensi pembiayaan alternatif melalui dunia usaha. Kepala Bidang Perekonomian, SDA, dan Infrastruktur Bappeda Buleleng, I Gusti Ngurah Purnawirawan, memaparkan strategi optimalisasi dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) sebagai sokongan finansial tambahan bagi kelangsungan program kesehatan ini.

Melalui kesepakatan kolaboratif ini, Pemkab Buleleng berharap komitmen yang terbangun dapat segera diwujudkan ke dalam regulasi dan kebijakan anggaran yang konkret. Sinergi yang kuat diharapkan mampu menekan laju kasus penyakit menular sekaligus mempercepat pencapaian target eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Buleleng demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.