Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Fisioterapis dan Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terjun langsung mendukung implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (11/7) ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara Puskesmas Gatak, BPJS Kesehatan, dan civitas akademika UMS untuk mengoptimalkan kesehatan masyarakat, khususnya para lansia penyandang hipertensi serta diabetes melitus.

Dosen pendamping, Farid Rahman, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa ini bukan sekadar tugas akademis, melainkan implementasi nyata dari pengabdian masyarakat. Para mahasiswa berperan aktif dalam memberikan pendampingan fisik serta mengedukasi peserta mengenai pengelolaan penyakit secara mandiri. Langkah ini dianggap krusial karena PROLANIS tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga mengedepankan pendekatan promotif dan preventif.

Rangkaian acara diawali dengan sesi senam kesehatan selama 45 menit yang dirancang khusus menyesuaikan kondisi fisik lansia. Mahasiswa fisioterapi turut mendampingi peserta guna memastikan setiap gerakan dilakukan dengan benar dan aman untuk meminimalisir risiko cedera. Aktivitas fisik yang rutin ini dinilai sangat efektif dalam menjaga kebugaran, memperbaiki sirkulasi darah, serta mengendalikan tekanan darah dan kadar gula dalam tubuh.

Usai berolahraga, kegiatan berlanjut ke sesi edukasi kesehatan. Mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya kepatuhan konsumsi obat dan pola makan sehat. Beberapa peserta, seperti Heni Astuti (72) dan Suwahyo (76), mengakui bahwa program rutin ini secara signifikan membantu mereka menjaga kestabilan kondisi kesehatan dan mengontrol riwayat penyakit yang diderita.

Kendati memberikan dampak positif, tim UMS mencatat adanya tantangan dalam pelaksanaan program, yakni kendala akses transportasi bagi lansia serta tingkat kedisiplinan kehadiran peserta. Temuan ini diharapkan menjadi catatan bagi pihak terkait untuk meningkatkan keterjangkauan akses bagi penyandang penyakit kronis yang memiliki keterbatasan mobilitas di masa mendatang.