Semangat tinggi para pegiat bola voli di Kota Balikpapan kini berhadapan dengan kendala klasik: terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Keluhan mengenai sulitnya mengakses lapangan yang layak, baik indoor maupun outdoor, menjadi sorotan utama dalam dialog antara Paguyuban Club Bola Voli Balikpapan dengan Anggota DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kawasan Damai Bahagia tersebut, para pelaku olahraga menyampaikan bahwa persoalan tidak hanya terletak pada kuantitas lapangan, tetapi juga tata kelola turnamen serta kebutuhan akan peningkatan kualitas wasit lokal. Selain itu, faktor biaya sewa lapangan yang dianggap membebani operasional klub menjadi hambatan serius bagi pembinaan atlet di tingkat daerah.
Wahyullah Bandung menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan ruang publik, termasuk fasilitas olahraga, dapat diakses secara maksimal oleh masyarakat. Menurutnya, pemenuhan infrastruktur yang representatif sangat krusial agar kegiatan pembinaan olahraga dapat berlangsung secara berkesinambungan dan mencetak bibit atlet potensial.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak legislatif berkomitmen untuk mengevaluasi kembali ketersediaan ruang olahraga di Balikpapan. Harapannya, terciptanya fasilitas dengan tarif yang lebih terjangkau dapat memotivasi komunitas untuk rutin berlatih, sehingga geliat olahraga voli di kota ini mampu terus berkembang dan mencapai prestasi yang lebih baik di masa depan.