PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) menyatakan sikap optimis terhadap prospek industri telekomunikasi nasional yang diprediksi akan terus berkembang hingga akhir tahun 2026. Manajemen menilai bahwa capaian kinerja perusahaan sepanjang semester pertama tahun ini berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan, ditopang oleh fundamental bisnis yang kokoh.
Direktur Investasi Mitratel, Noorhayati Candrasuci, menjelaskan bahwa keberlanjutan kinerja perusahaan didukung oleh pendapatan yang bersifat berulang (recurring). Selain itu, peningkatan rasio kolokasi serta ekspansi pada bisnis fiber dan layanan di luar menara (beyond tower) menjadi kunci dalam memperkuat diversifikasi arus kas perusahaan.
Pergeseran strategi operator seluler yang kini lebih fokus pada optimalisasi kualitas jaringan dibandingkan kepemilikan aset fisik, dinilai sebagai peluang emas bagi Mitratel. Sebagai penyedia infrastruktur menara terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 40.000 menara, Mitratel siap menjadi mitra strategis bagi operator untuk menekan efisiensi belanja modal melalui model infrastruktur bersama.
Dalam upaya transformasi menjadi 'Next-Generation TowerCo', Mitratel kini mulai memperkenalkan layanan Power-as-a-Service (PaaS). Solusi energi terintegrasi ini dirancang untuk mendukung kebutuhan daya perangkat aktif operator secara berkelanjutan, yang sekaligus membuka potensi pendapatan baru bagi perusahaan di tengah transisi menuju infrastruktur ramah lingkungan.
Di sisi finansial, Mitratel mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal pertama tahun 2026. Pendapatan tercatat sebesar Rp 2,29 triliun, meningkat 1,39% secara tahunan. Sementara itu, laba tahun berjalan juga menunjukkan tren kenaikan sebesar 3,56% menjadi Rp 545,05 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.