Para pelaku kejahatan siber dilaporkan semakin gencar mengeksploitasi tren yang sedang viral di berbagai platform media sosial dengan tingkat interaksi tinggi. Strategi ini digunakan untuk memancing perhatian pengguna internet agar terjebak dalam ekosistem judi online (judol) maupun tindak penipuan lainnya.
Country Manager Kaspersky wilayah Indonesia, Defi Nofitra, mengungkapkan bahwa judi daring hanyalah satu dari sekian banyak kedok yang digunakan penjahat siber. Mereka sering kali menyematkan tautan berbahaya (phishing) atau memicu pengunduhan aplikasi palsu yang dirancang khusus untuk mencuri informasi pribadi hingga menguras saldo keuangan pengguna yang tidak waspada.
Tingginya intensitas aktivitas digital masyarakat Indonesia menjadikan negara ini lahan basah bagi aksi kejahatan tersebut. Defi menegaskan bahwa langkah pemblokiran konten saja tidak cukup untuk meredam ancaman ini. Dibutuhkan pendekatan komprehensif yang mengedepankan aspek keamanan siber serta penguatan kepercayaan digital di tengah masyarakat.
Menurutnya, solusi jangka panjang untuk menanggulangi persoalan ini terletak pada kolaborasi multisektoral. Sinergi antara pemerintah, penyelenggara platform digital, pelaku industri, hingga institusi pendidikan sangat krusial guna membangun ekosistem internet yang lebih tangguh dan aman.
Lebih lanjut, Defi menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi pemblokiran yang diterapkan, peran literasi digital pengguna tetap menjadi benteng pertahanan utama. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap konten yang mencurigakan dan memperkuat ketahanan digital melalui kewaspadaan mandiri di tengah perkembangan platform yang kian dinamis.