Perusahaan pengembang kecerdasan buatan terkemuka, OpenAI, baru saja mengumumkan kehadiran agen AI terbaru yang diberi nama ChatGPT Work. Teknologi ini dikembangkan secara khusus untuk menyasar segmen profesional bisnis dengan kemampuan menangani tugas-tugas kompleks secara berkelanjutan selama berjam-jam.

Berbeda dengan versi sebelumnya, ChatGPT Work mampu melakukan otomasi pada berbagai jenis pekerjaan administratif dan teknis, mulai dari penyusunan dokumen kerja, pengelolaan spreadsheet, pembuatan bahan presentasi, hingga pengembangan aplikasi web sederhana. Kehadiran alat ini diharapkan mampu menjadi solusi efisiensi bagi para pekerja kantoran dalam menyelesaikan rutinitas administratif yang memakan waktu.

Dapur pacu utama dari teknologi ini adalah model AI terbaru, yaitu GPT-5.6. Peluncuran model ini sempat mengalami penundaan dari jadwal awal akibat kebijakan regulasi pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Meski sempat tertunda, rilisnya model ini kini menjadi titik balik penting bagi OpenAI dalam memperkuat ekosistem kecerdasan buatannya.

Langkah ini semakin memanaskan persaingan di sektor pengembangan agen AI, di mana OpenAI kini beradu inovasi secara ketat dengan pesaing utamanya, Anthropic PBC. Kedua perusahaan raksasa ini tengah berlomba mengintegrasikan kemampuan otomasi tingkat lanjut guna menggantikan proses manual dalam penulisan dokumen maupun penulisan kode pemrograman, demi mendorong produktivitas sektor bisnis global.