Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kini memiliki fasilitas baru untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah mandiri. Lurah Gunung, Andika Eka Saputra, secara resmi meresmikan Bank Sampah Gunung Mas yang berlokasi di wilayah RW 08. Fasilitas ini dirancang tidak hanya untuk melayani warga setempat, melainkan juga terbuka bagi masyarakat dari RW lain sebagai pusat edukasi pengelolaan limbah sekaligus tempat menabung sampah.
Program inovatif ini bertujuan untuk merevolusi paradigma masyarakat terhadap sampah, dari semula dianggap sebagai kotoran menjadi barang bernilai ekonomi tinggi jika dikelola secara tepat. Melalui mekanisme perbankan sampah ini, setiap sampah anorganik yang disetorkan warga akan ditimbang lalu dikonversi menjadi saldo tabungan yang dapat dicairkan guna menopang kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kehadiran fasilitas pendukung di sekitar lokasi, seperti lubang biopori berukuran jumbo dan sistem teba modern, diyakini akan semakin memaksimalkan pengolahan sampah organik di tingkat lokal. Langkah penguatan ini dinilai sangat krusial, mengingat Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mulai memprioritaskan pengangkutan sampah residu dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), sehingga pemilahan sampah sejak dari rumah tangga menjadi mutlak diperlukan.
Staf Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kebayoran Baru, Faisal, menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada perubahan perilaku warga dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ia mendorong pengelola untuk terus berinovasi guna menarik minat masyarakat luas agar konsisten memilah sampah sejak dari sumbernya.
Ketua RW 08 Kelurahan Gunung, Dirwantoro, mengisahkan bahwa sebelum memiliki gedung operasional khusus, aktivitas penimbangan sampah sempat dilakukan secara swadaya di pekarangan rumahnya. Tingginya antusiasme warga membuat pekarangan tersebut tak lagi muat menampung tumpukan barang bekas. Saat ini, sebanyak 40 nasabah aktif secara rutin menyetorkan sekitar 200 hingga 300 kilogram sampah pada setiap jadwal penimbangan.