Pemerintah tengah mempersiapkan partisipasi pelaku bisnis tanah air dalam ajang Private Label Show 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat. Pameran berskala internasional ini dikenal sebagai forum terbesar bagi industri makanan dan minuman yang rutin menarik lebih dari 30.000 pengunjung dan ribuan produk dari berbagai negara di seluruh dunia.

Dalam upaya memperluas jangkauan ekspor, pemerintah menyediakan paviliun nasional yang akan menampung 16 perusahaan terpilih dari sektor pertanian, makanan laut, serta industri pengolahan makanan dan minuman. Kehadiran di ajang ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi pelaku usaha lokal untuk menjalin kemitraan strategis dengan para importir dan distributor besar di pasar Amerika Utara.

Proses seleksi peserta akan dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan berbagai parameter, seperti rekam jejak ekspor, sertifikasi kualitas internasional, kapasitas produksi, hingga performa pemasaran. Prioritas khusus akan diberikan kepada perusahaan peraih gelar Ekspor bergengsi maupun entitas yang memegang status Merek Nasional untuk memastikan kualitas produk yang dipamerkan.

Sebagai bentuk insentif, negara berkomitmen menanggung sepenuhnya biaya penyewaan tempat, desain stan, serta sarana pendukung operasional seperti listrik dan keamanan. Sementara itu, pelaku usaha tetap memiliki kewajiban mandiri untuk biaya perjalanan, akomodasi, transportasi logistik, serta biaya administrasi berupa biaya konsultasi dan deposit jaminan kepesertaan.

Seluruh dokumen persyaratan, termasuk legalitas usaha dan bukti sertifikasi mutu, wajib diserahkan kepada pihak penyelenggara paling lambat 30 Juli 2026. Melalui inisiatif ini, pemerintah berupaya memperkuat posisi daya saing produk domestik sekaligus memberikan akses bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan dinamika tren konsumen global.