Kementerian Kehakiman Vietnam menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang lebih transparan dan efisien. Langkah ini diwujudkan melalui penyederhanaan prosedur administrasi serta digitalisasi sistem, yang menjadi agenda utama pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Wakil Direktur Departemen Hukum Perdata dan Ekonomi, Cao Dang Vinh, menyoroti bahwa periode 2026 akan menjadi titik balik krusial dengan berlakunya berbagai peraturan baru. Ia mengingatkan bahwa risiko hukum bagi pelaku usaha seringkali bersumber dari keterlambatan dalam memahami perubahan regulasi. Oleh karena itu, sinergi antara dukungan hukum dan dialog kebijakan dinilai sangat penting untuk meminimalkan hambatan operasional di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DVL Ventures Ecosystem, Nguyen Hong Chung, menjelaskan pergeseran paradigma manajemen negara yang kini lebih berorientasi pada pengembangan. Fokus utama pemerintah adalah menghilangkan hambatan birokrasi dan memperkuat desentralisasi, sehingga iklim usaha menjadi lebih fleksibel dengan transisi dari sistem pra-persetujuan menuju pasca-persetujuan yang lebih dinamis.

Transformasi juga terjadi di sektor perpajakan. Mantan Direktur Departemen Manajemen Pajak, Nguyen Van Phung, menekankan pentingnya bagi perusahaan untuk memahami sistem hukum secara menyeluruh, terutama dengan hadirnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan big data dalam pengawasan pajak. Dengan sistem yang mampu memantau transaksi secara real-time, kesadaran perusahaan atas kewajiban kepatuhan pajak menjadi mutlak diperlukan guna menghindari sanksi administratif.

Konferensi tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif yang memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk mendiskusikan kendala teknis, termasuk persoalan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sektor spesifik. Melalui dialog ini, pemerintah berharap dapat memberikan panduan langsung agar pelaku usaha mampu beradaptasi secara presisi terhadap kebijakan fiskal 2025-2026, sekaligus menciptakan stabilitas dalam operasional bisnis mereka.