Pemerintah Kabupaten Bogor kini tengah menjajaki rencana ambisius untuk menghadirkan moda transportasi kereta gantung sebagai solusi strategis dalam memecah kepadatan arus lalu lintas di kawasan wisata Puncak. Proyek ini diproyeksikan menjadi penghubung utama antara kawasan Summarecon di Kecamatan Sukaraja menuju Rest Area Gunung Mas.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa inisiatif tersebut saat ini masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study). Pihaknya saat ini tengah mengintensifkan komunikasi dengan sejumlah calon investor, mengingat skala proyek yang memerlukan dukungan pendanaan yang signifikan. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengingat estimasi kebutuhan dana yang mencapai angka triliunan rupiah.
Dalam konsep rancangannya, area Summarecon akan difungsikan sebagai lokasi 'park and ride' bagi para wisatawan. Dari titik tersebut, pengunjung akan diarahkan untuk menggunakan kereta gantung menuju fasilitas di kawasan Rest Area Gunung Mas. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan wisatawan pada transportasi jalan raya yang selama ini menjadi penyebab utama kemacetan kronis di jalur Puncak, terutama saat akhir pekan dan musim libur.
Selain proyek kereta gantung, Pemerintah Kabupaten Bogor juga diketahui sedang mengoordinasikan pengembangan transportasi berbasis rel di wilayah lain. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan PT KAI, pemerintah daerah terus mengkaji potensi pengembangan jalur perkeretaapian yang menghubungkan koridor Jasinga-Tenjo serta Parung Panjang-Jasinga guna memperkuat infrastruktur transportasi di wilayah Bogor secara menyeluruh.