Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengambil langkah preventif dalam menghadapi dinamika aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Melalui koordinasi intensif antar-lembaga, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sistem mitigasi bencana untuk memastikan keselamatan warga, terutama mereka yang berdomisili di sepanjang wilayah pesisir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, menegaskan bahwa langkah ini melibatkan sinergi lintas sektoral, mulai dari unsur TNI, Polri, Basarnas, hingga lembaga teknis seperti BMKG dan PVMBG. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mematangkan prosedur penanganan darurat serta memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung berfungsi optimal dalam kondisi siaga.
Menurut Maturidi, meski aktivitas erupsi yang terjadi saat ini merupakan fenomena pelepasan energi alami, pemerintah tetap bersikap waspada dan terukur. Langkah mitigasi tidak hanya difokuskan pada kesiapan personel, tetapi juga memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul di tingkat desa dalam kondisi siap pakai kapan pun dibutuhkan.
Selain aspek teknis, pihak pemerintah juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang akurat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi terkait status Gunung Anak Krakatau guna menghindari penyebaran hoaks. Para camat serta kepala desa pun diinstruksikan untuk melakukan pengecekan berkala terhadap rambu-rambu kebencanaan di wilayah masing-masing.
Upaya proaktif ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam meminimalisir risiko bencana. Masyarakat diharapkan tetap kooperatif dan mematuhi arahan dari otoritas pemantau gunung api sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga keselamatan bersama.