Pemerintah Kota Depok kini tengah menggalakkan inisiatif untuk memasyarakatkan olahraga catur di kalangan pelajar. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menegaskan bahwa permainan asah otak ini dipandang sebagai instrumen edukatif yang krusial dalam membentuk pola pikir taktis dan kecerdasan anak sejak dini.

Gagasan tersebut disampaikan di sela-sela kegiatan Penataran Wasit yang dihelat oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Depok. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ketersediaan sumber daya manusia, yakni wasit dan pelatih kompeten, yang nantinya akan menjadi tulang punggung dalam membina bibit-bibit pecatur berbakat di tingkat satuan pendidikan.

Chandra menilai bahwa catur memberikan manfaat melampaui sekadar permainan papan. Melalui olahraga ini, anak-anak dilatih untuk menumbuhkan fokus, disiplin, serta ketajaman dalam mengambil keputusan. Kemampuan menganalisis langkah secara logis dianggap sangat relevan dalam membentuk mentalitas pemecah masalah (problem solver) bagi masa depan mereka.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemkot Depok akan membangun sinergi lintas sektor dengan dinas terkait dan pengurus Percasi. Kolaborasi ini difokuskan pada perumusan materi pelatihan yang interaktif, sehingga siswa merasa tertarik untuk mendalami dunia catur tanpa merasa terbebani secara akademik.

Dengan dukungan ekosistem kompetisi yang terukur dan pendampingan pelatih tersertifikasi, Depok optimis dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki daya saing intelektual tinggi di tengah tantangan zaman.