Laporan terbaru dari Kantor Statistik Umum mencatat fenomena kontras dalam lanskap ekonomi nasional sepanjang semester pertama 2026. Di satu sisi, rata-rata 25.200 unit bisnis terpaksa menarik diri dari pasar setiap bulannya, baik melalui penangguhan operasional maupun pembubaran resmi. Namun, di sisi lain, iklim investasi justru menunjukkan daya tahan dan optimisme yang signifikan di kalangan pelaku usaha.

Hingga Juni 2026, tercatat hampir 111.700 entitas bisnis baru telah mendaftarkan diri dengan total modal mencapai 1.352,6 triliun VND. Peningkatan modal terdaftar sebesar 64,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu memberikan sinyal kuat bahwa kapasitas pendanaan rata-rata per perusahaan kini jauh lebih besar. Sektor jasa, industri, dan konstruksi tercatat menjadi motor penggerak utama dalam pembentukan bisnis baru sepanjang semester ini.

Optimisme pelaku usaha menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut. Survei tren bisnis pada kuartal kedua menunjukkan bahwa sekitar 79,7% responden merasa kondisi produksi mereka stabil hingga membaik. Keyakinan ini diperkirakan akan berlanjut ke kuartal ketiga, di mana hampir 40% perusahaan memproyeksikan peningkatan volume produksi dan aktivitas bisnis yang lebih progresif.

Perusahaan dengan modal investasi asing (FDI) memimpin tingkat optimisme dengan angka proyeksi stabilitas sebesar 85,2%. Hal ini didorong oleh ekspektasi peningkatan pesanan baru, baik di pasar domestik maupun ekspor, yang diproyeksikan akan terus tumbuh seiring dengan stabilisasi ekonomi. Data ini mengisyaratkan bahwa meski dinamika keluar-masuk pasar merupakan hal yang lumrah, fondasi ekonomi nasional tetap menunjukkan ketangguhan di tengah tantangan global.