Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperluas jangkauan program jaring pengaman sosial bagi masyarakat lanjut usia. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 168.497 lansia di Jakarta telah terdaftar sebagai penerima manfaat Kartu Lansia Jakarta (KLJ), yang memberikan akses gratis untuk layanan transportasi publik dan fasilitas kesehatan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan data tersebut saat menghadiri perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Ancol, Jakarta Utara. Pramono mengungkapkan bahwa populasi lansia di Jakarta saat ini telah mencapai sekitar 1,1 juta jiwa, atau setara dengan 10 persen dari total keseluruhan penduduk ibu kota yang berkisar di angka 11 juta orang.
Melalui kepemilikan kartu KLJ, para lansia memperoleh kemudahan mobilitas tanpa biaya. Fasilitas bebas tarif ini berlaku untuk berbagai moda transportasi massal andalan Jakarta, mulai dari MRT, LRT, Transjakarta, hingga jaringan mikrotrans JakLingko.
Tidak hanya kemudahan transportasi, penerima manfaat KLJ juga berhak mendapatkan jaminan layanan medis gratis. Pemprov DKI Jakarta telah mengintegrasikan program ini dengan jaringan fasilitas kesehatan daerah, yang meliputi 31 rumah sakit, 44 puskesmas, serta 292 puskesmas pembantu yang tersebar di wilayah Jakarta.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah daerah juga berupaya menjaga produktivitas para lansia menjelang hari jadi Jakarta yang memasuki usia 5 abad tahun depan. Salah satunya diwujudkan melalui pengaktifan 78 Sekolah Lansia yang saat ini diikuti oleh 2.278 peserta untuk menjaga semangat dan kesehatan mereka.
Pramono menegaskan bahwa pendaftaran program KLJ masih terus dibuka secara dinamis. Kendati demikian, proses verifikasi akan diperketat demi memastikan bantuan sosial ini tepat sasaran, dengan memprioritaskan warga lanjut usia kurang mampu yang tidak memiliki sokongan finansial dari keluarga.