Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Kantor Hilirisasi dan Inkubasi Bisnis (KHIB) serta Direktorat Inovasi dan Kerja Sama secara resmi menjalin sinergi dengan Kementerian UMKM Republik Indonesia. Kerja sama ini diwujudkan dalam forum strategis bertajuk "Strategi Transformatif Kewirausahaan Menuju UMKM Naik Kelas" yang digelar di DIPO HUB, kampus UNDIP Tembalang, pada awal Juli 2024.

Direktur Inovasi dan Kerja Sama UNDIP, Dian Harjanti, menegaskan bahwa universitas memiliki potensi riset yang sangat besar dari para dosen dan mahasiswa. Melalui penguatan ekosistem inkubasi, hasil riset tersebut diharapkan tidak hanya berhenti sebagai karya ilmiah, melainkan bertransformasi menjadi startup dan produk bernilai ekonomi tinggi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat Jawa Tengah maupun nasional.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyoroti pentingnya peran 754 lembaga inkubator yang tersebar di Indonesia sebagai garda terdepan pencetak wirausaha tangguh. Kementerian UMKM sendiri tengah menyiapkan standar nasional penyelenggaraan inkubasi serta sistem informasi terintegrasi melalui platform SAPA UMKM guna memastikan proses pendampingan tenant, mulai dari seleksi hingga akses pembiayaan, berjalan secara profesional dan berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat tersebut, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Desy Arijani, menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi kerakyatan harus dilakukan secara kolaboratif. Sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas dipandang krusial untuk membenahi aspek pemasaran, legalitas, hingga digitalisasi pelaku usaha kecil.

Forum ini dihadiri oleh 40 perwakilan inkubator bisnis dari seluruh Jawa Tengah, termasuk unit-unit inkubator dari berbagai perguruan tinggi dan pusat inovasi daerah. Melalui langkah konkret ini, UNDIP mempertegas komitmennya sebagai katalisator inovasi yang berorientasi pada kemajuan ekonomi nasional dan pemberdayaan masyarakat melalui kewirausahaan berbasis riset yang berdaya saing global.