Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Kemitraan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi komunikasi para tenaga medis maupun nonmedis melalui program studi lanjut di jenjang Magister Ilmu Komunikasi (MIKom) Udinus.
Direktur Utama RSI Sultan Agung, Agus Ujianti, menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan harus dimulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusianya. Di era digital saat ini, kemampuan komunikasi strategis bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan pilar utama dalam membangun kepercayaan publik dan menjaga keselamatan pasien.
Menurut Agus, tantangan pelayanan kesehatan di masa depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, rumah sakit membutuhkan staf yang tidak hanya ahli di bidang medis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan komunikasi yang persuasif guna menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Program Studi MIKom Udinus, Agus Triyono, menjelaskan bahwa sektor kesehatan kini dihadapkan pada tantangan pengelolaan informasi di ruang digital, mulai dari maraknya hoaks hingga perubahan perilaku pasien dalam mencari informasi. Melalui program magister ini, Udinus menawarkan kurikulum praktis yang mencakup komunikasi kesehatan, manajemen krisis, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk strategi komunikasi organisasi.
Kerja sama antara kedua institusi ini diproyeksikan tidak terbatas pada program pendidikan formal saja. Ke depan, RSI Sultan Agung dan Udinus juga akan berkolaborasi dalam penelitian komunikasi kesehatan, program kuliah praktisi, serta pengabdian masyarakat yang akan diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat.