Pemerintah Kota Surakarta mengambil langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet muda dengan mengusulkan pembukaan kelas khusus olahraga di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Usulan ini diajukan langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar jalur prestasi para atlet lokal tidak terputus setelah lulus dari Sekolah Khusus Olahraga (SKO) tingkat SMP.
Usulan tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah serta jajaran Dinas Pendidikan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah mengintegrasikan kelas olahraga ini di SMA Negeri 4 Surakarta atau sekolah menengah lain yang dinilai representatif. Langkah ini dinilai krusial mengingat tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki fasilitas pembinaan olahraga terpadu sejak usia dini seperti Solo.
Selain mengupayakan regulasi di tingkat provinsi, Respati juga menginstruksikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta untuk aktif memantau perkembangan para alumni SKO Solo. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan para lulusan tetap mendapatkan pembinaan terarah di berbagai cabang olahraga, tidak terbatas pada sepak bola saja.
Pemkot Surakarta kini tengah merancang desain besar olahraga daerah guna mengoptimalkan potensi industri olahraga nasional yang kian berkembang. Namun, Respati menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh, termasuk memperhatikan pemenuhan kecukupan gizi atlet berdasarkan masukan dari para pelatih di lapangan.
Sebagai penunjang kompetisi, Pemkot Solo juga berencana membenahi sistem turnamen usia dini agar berlangsung secara berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari kelompok usia di bawah 8 tahun (U-8) hingga kelompok usia di atasnya. Melalui ekosistem olahraga yang terintegrasi dari hulu ke hilir, Solo optimistis dapat terus melahirkan talenta-talenta emas yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.