PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) kini memfokuskan strategi pengembangan bisnisnya dengan memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tuntutan industri akan transparansi, akuntabilitas, serta manajemen risiko yang semakin kompleks di sektor asuransi.
Bagi perusahaan, GCG bukan sekadar pemenuhan regulasi semata. Seluruh prinsip tata kelola telah diintegrasikan ke dalam setiap proses bisnis, mulai dari pengambilan keputusan strategis, operasional harian, hingga pembangunan budaya kepatuhan di internal perusahaan. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan bisnis serta menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Tugu Insurance, Edi Yoga Prasetyo, menegaskan bahwa komitmen ini merupakan landasan bagi perusahaan dalam membangun kepercayaan nasabah maupun pemegang saham. Hal ini terbukti dengan keberhasilan perusahaan mempertahankan sertifikasi internasional ISO 37001:2016 mengenai Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) selama empat tahun berturut-turut sejak 2021, khususnya pada sektor pengadaan barang dan jasa serta manajemen klaim.
Dedikasi Tugu Insurance dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran pun berbuah manis. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini baru saja meraih penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance 2026 dari Warta Ekonomi, sebuah apresiasi bagi perusahaan yang konsisten membangun kepercayaan melalui tata kelola dan manajemen risiko yang efektif.