BPJS Kesehatan berkomitmen untuk meruntuhkan hambatan akses layanan jaminan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Melalui inisiatif bertajuk Layanan Ujung Negeri (LANURI), lembaga ini menghadirkan dua inovasi utama, yakni Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta layanan jemput bola BPJS Keliling.

VIOLA dirancang sebagai kanal interaksi berbasis video conference yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi secara real-time dengan petugas tanpa harus bertatap muka langsung. Inovasi ini menyasar kebutuhan administrasi, penyampaian pengaduan, hingga perolehan informasi kepesertaan. Hingga Mei 2026, tercatat lebih dari 218 ribu pemanfaatan layanan ini, terutama oleh peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI JK) melalui fasilitas umum seperti Puskesmas dan kantor desa.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengakui bahwa tantangan geografis dan kesenjangan infrastruktur digital di daerah terpencil menjadi alasan utama diperkuatnya layanan BPJS Keliling. "Implementasi LANURI yang serentak di 558 titik kabupaten/kota merupakan bagian dari program kerja 100 hari direksi untuk memastikan bahwa kendala jarak tidak lagi menghalangi masyarakat dalam mendapatkan hak kesehatan mereka," ujar Pujo dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Keberhasilan program ini turut didukung oleh kolaborasi lintas sektoral. Kementerian Koperasi berencana mengintegrasikan jaringan Koperasi Desa Merah Putih sebagai hub layanan, sementara jajaran TNI berkomitmen memanfaatkan fasilitas kesehatan militer, kapal rumah sakit, serta mengerahkan 76.000 personel Babinsa untuk mendukung jangkauan layanan LANURI hingga ke pulau-pulau terluar.

Selain perluasan akses, BPJS Kesehatan juga mencatatkan capaian kinerja program 100 hari sebesar 91,53 persen. Fokus strategis lainnya mencakup penguatan layanan JKN di wilayah 3T, integrasi pemantauan kesehatan siswa melalui P-Care, serta upaya mitigasi inefisiensi biaya dan pencegahan potensi kecurangan dalam ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional.