BPJS Kesehatan resmi meluncurkan program Layanan Ujung Negeri (LANURI) sebagai upaya strategis untuk memastikan pemerataan akses Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Inisiatif yang diresmikan pada Senin (13/07/2026) ini dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat yang bermukim di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa program ini menjadi solusi atas hambatan geografis dan keterbatasan infrastruktur yang selama ini menyulitkan penduduk di daerah terpencil. Dengan menghadirkan teknologi dan kehadiran fisik langsung, BPJS Kesehatan berupaya memangkas jarak antara peserta dengan pusat layanan administratif.

Salah satu pilar utama program ini adalah Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA). Melalui sistem konferensi video, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan petugas tanpa perlu menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang. Layanan ini bahkan telah diintegrasikan di berbagai fasilitas publik seperti puskesmas, kantor desa, hingga sekolah, dengan catatan penggunaan mencapai lebih dari 218 ribu kali selama awal tahun 2026.

Di sisi lain, bagi wilayah yang masih terkendala akses digital, BPJS Kesehatan mengoperasikan BPJS Keliling sebagai unit jemput bola. Kendaraan layanan bergerak ini berfungsi untuk memfasilitasi kebutuhan administrasi kepesertaan, penyampaian informasi, hingga penanganan keluhan masyarakat secara langsung di lapangan.

Peluncuran LANURI dilakukan secara serentak di 558 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Dengan melibatkan 126 kantor cabang, BPJS Kesehatan berharap program ini mampu meningkatkan inklusi layanan kesehatan nasional, khususnya bagi peserta dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang berada di pelosok negeri.