Ajang bergengsi Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi sepak bola, tetapi juga ruang penyampaian pesan kemanusiaan yang kuat. Pelatih Tim Nasional Mesir, Hossam Hassan, secara terbuka menyuarakan dukungannya bagi rakyat Palestina di tengah perhelatan tersebut. Langkah berani ini kembali memicu diskusi global mengenai keterkaitan yang tak terpisahkan antara dunia olahraga dan ranah politik praktis.

Pengamat urusan Israel, Nizar Nazzal, menilai bahwa upaya untuk memisahkan politik dari olahraga adalah hal yang mustahil dilakukan di era modern. Menurutnya, narasi netralitas olahraga justru kerap dimanfaatkan secara sepihak untuk menguntungkan posisi geopolitik Israel. Nazzal juga menekankan bahwa ketokohan Hossam Hassan memiliki pengaruh besar untuk menyebarluaskan pesan kemanusiaan tersebut ke jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Dalam sebuah konferensi pers menjelang pertandingan kontra Argentina di Amerika Serikat, arsitek tim berjuluk "The Pharaoh" itu menegaskan bahwa penderitaan warga di Jalur Gaza bukan sekadar isu politik lokal, melainkan tragedi kemanusiaan universal. Hassan sebelumnya juga mencuri perhatian publik internasional setelah kedapatan mengibarkan bendera Palestina di tengah lapangan hijau selama turnamen berlangsung.

Hassan menyerukan agar para pemimpin dunia menunjukkan empati nyata terhadap krisis di Gaza, yang ia sebut sebagai noda hitam pada hati nurani kemanusiaan global. Ia mengajak masyarakat dunia membayangkan kesulitan hidup tanpa rasa aman dan perlindungan yang layak akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan. Bagi Hassan, hak untuk hidup dengan aman dan bermartabat adalah hak mutlak setiap warga Palestina.

Aksi solidaritas ini memicu reaksi keras dari berbagai media Israel, seperti Yedioth Ahronoth dan Israel Hayom, yang menuding Hassan menggunakan panggung olahraga untuk agenda politik. Kendati langkah Mesir di Piala Dunia harus terhenti setelah laga sengit melawan Argentina, gaung advokasi kemanusiaan yang disuarakan Hassan tetap menjadi salah satu topik paling hangat dibicarakan di luar lapangan hijau.