Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) secara resmi mengumumkan kebijakan penutupan sementara akses pendakian Gunung Semeru. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap rangkaian upacara adat Hari Raya Karo tahun 2026 yang akan dilaksanakan oleh masyarakat adat Tengger di Desa Ranupani.
Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan oleh Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, jalur pendakian akan ditutup selama 12 hari, yakni mulai tanggal 7 Agustus hingga 18 Agustus 2026. Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan pihak Pemerintah Desa Ranupani demi menjaga kesakralan ritual tahunan tersebut.
Meskipun aktivitas pendakian ke puncak ditiadakan, pihak pengelola taman nasional memastikan bahwa kunjungan wisata ke Ranu Regulo tetap beroperasi normal. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para wisatawan sekaligus menjaga kelancaran pelaksanaan ritual bagi masyarakat setempat.
Bagi para pendaki yang telah memiliki jadwal keberangkatan atau yang sebelumnya terdampak penyesuaian jadwal akibat erupsi tahun 2025 namun terbentur masa penutupan ini, pihak pengelola menyediakan fasilitas penjadwalan ulang (reschedule). Prosedur mengenai mekanisme pemindahan jadwal tersebut akan dikomunikasikan lebih lanjut kepada ketua rombongan melalui kontak resmi yang terdaftar pada sistem pemesanan.
Otoritas Taman Nasional mengimbau kepada seluruh pegiat alam bebas dan pelaku jasa wisata untuk mematuhi aturan ini dengan penuh tanggung jawab. Langkah ini diambil demi memastikan keamanan, kelancaran upacara adat, serta kenyamanan seluruh pihak yang terlibat di kawasan Gunung Semeru.