Kota Batam menghadapi tantangan serius terkait kesehatan mental warganya sepanjang tahun 2026. Berdasarkan catatan data hingga pertengahan tahun, terdapat belasan kasus bunuh diri yang dilaporkan, sebuah fenomena yang memicu desakan bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar mereka.
Psikolog Irfan Aulia menjelaskan bahwa tindakan fatal tersebut jarang terjadi secara mendadak. Biasanya, pelaku telah memendam beban psikologis yang akumulatif dalam kurun waktu yang cukup lama. Berbagai pemicu, mulai dari tekanan ekonomi yang mendesak, konflik keluarga, hingga permasalahan di lingkungan kerja, sering kali menjadi akar masalah yang memperburuk kondisi mental seseorang.
Menurut Irfan, individu yang berada di titik krisis cenderung terjebak dalam pola pikir negatif yang repetitif. Mereka sering kali merasa terisolasi, putus asa, dan meyakini bahwa segala persoalan yang sedang dihadapi sudah tidak memiliki jalan keluar. Perasaan sepi dan ketiadaan ruang untuk berbagi menjadi katalisator yang mempercepat penurunan kesehatan mental seseorang.
Sebagai langkah preventif, Irfan menegaskan pentingnya mencari bantuan profesional atau sosok terpercaya segera setelah merasakan gejalanya. Dukungan sosial berupa pendengar yang empati dan tidak menghakimi terbukti menjadi elemen krusial untuk mencegah tindakan nekat. Lingkungan yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman dapat membantu seseorang melewati masa terendahnya dan menemukan kembali harapan untuk bertahan.