Jakarta — Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar pertemuan strategis untuk memperkuat posisi media siber di seluruh tanah air dalam merespons dinamika politik nasional dan global. Langkah ini diambil sebagai upaya agar pemilik serta pengelola media tidak sekadar menjadi penonton dalam arus informasi yang berkembang pesat.
Ketua Umum SMSI, Firdaus, bersama Sekretaris Jenderal Makali Kumar, memimpin langsung sesi pemetaan jaringan pengaruh politik di kantor Sekretariat SMSI Pusat, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Firdaus membedah secara mendalam keterkaitan antara geopolitik dunia dengan arah kebijakan serta arus pemberitaan di Indonesia.
Firdaus menegaskan bahwa sebagai organisasi media siber berskala nasional, anggota SMSI di daerah harus memiliki kepekaan analitis yang tajam. Ia berharap setiap pengurus dapat menyajikan informasi yang sehat, objektif, dan tepercaya sebagai bentuk tanggung jawab pers dalam mengawal kepentingan masyarakat luas.
Lebih lanjut, ditekankan pula pentingnya menjaga independensi dan profesionalisme di tengah lanskap media yang semakin dinamis. Pemetaan strategis yang dilakukan diharapkan menjadi kompas bagi ribuan media siber yang tergabung dalam SMSI agar tetap solid dan adaptif terhadap tantangan zaman tanpa kehilangan integritas jurnalistik.
Pertemuan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang merumuskan langkah taktis bagi pengurus tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Harapannya, suara dari daerah akan memiliki resonansi yang lebih kuat di kancah nasional, sekaligus memperkokoh marwah pers sebagai pilar demokrasi yang berintegritas.