Gunung Semeru yang berlokasi di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik intensif pada Jumat, 3 Juli 2026. Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat serangkaian erupsi terjadi dalam kurun waktu singkat, dengan puncaknya mencapai ketinggian kolom abu 1.300 meter di atas permukaan kawah pada pukul 09.48 WIB, disusul erupsi susulan setinggi 1.000 meter pada pukul 10.18 WIB.

Selain aktivitas visual, instrumen pemantauan kegempaan mencatat rentetan aktivitas seismik yang signifikan, meliputi 11 kali gempa letusan, lima kali gempa guguran, serta lima kali gempa embusan. Mengingat catatan data seismik tersebut, otoritas vulkanologi memutuskan untuk tetap mempertahankan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga.

Pihak berwenang menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol keselamatan. Radius aman ditetapkan sejauh 5 kilometer dari puncak untuk menghindari bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, warga dilarang mendekati area sepanjang 500 meter di tepi aliran sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, guna mengantisipasi ancaman awan panas dan banjir lahar dingin yang dapat meluncur hingga 17 kilometer dari kawah.

Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa meskipun kondisi sistem vulkanik saat ini berada dalam fase relaksasi tanpa lonjakan tekanan yang ekstrem, risiko ketidakstabilan tetap ada. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dan tetap waspada terhadap potensi ancaman sekunder seperti guguran lava dan aliran awan panas yang kerap terjadi secara tiba-tiba.