Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) akhirnya buka suara menyusul hasil mengecewakan yang diraih tim nasional sepak bola Korea Selatan pada ajang Piala Dunia 2026. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (3/7), pihak federasi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh pendukung yang merasa kecewa atas performa skuad di turnamen bergengsi tersebut.

Melalui unggahan resmi di media sosial, KFA menegaskan bahwa kegagalan ini akan menjadi titik balik bagi organisasi. Pihak federasi berkomitmen untuk melakukan evaluasi mendalam serta introspeksi diri sebagai langkah awal dalam upaya memperbaiki kualitas sepak bola Korea di masa depan. Mereka berjanji akan mendengar segala bentuk kritik dari masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam perbaikan manajemen tim.

Selain membahas performa tim, KFA juga menepis berbagai laporan spekulatif yang sempat beredar di publik terkait kondisi internal federasi. Pihaknya menegaskan bahwa informasi yang tidak terverifikasi tersebut tidak memiliki dasar fakta dan mengimbau masyarakat untuk menunggu keterangan resmi dari otoritas terkait.

Terkait masa depan kursi kepelatihan, KFA memastikan bahwa komite terkait telah menggelar rapat pada 3 Juli untuk meninjau berbagai opsi strategis. Fokus utama saat ini adalah menunjuk pelatih baru yang mampu membawa perubahan signifikan, sekaligus memastikan persiapan tim tetap kondusif untuk menghadapi agenda mendatang, termasuk Piala Asia, tanpa mengganggu jadwal domestik Liga A.

Sementara itu, mengenai spekulasi pergantian kepemimpinan, pihak KFA menyatakan masih melakukan konsultasi intensif. Proses transisi jabatan presiden KFA nantinya akan dilakukan dengan tetap mematuhi aturan internal asosiasi serta sinkronisasi dengan ketentuan FIFA dan Komite Olimpiade Korea guna memastikan legalitas dan stabilitas organisasi tetap terjaga.