Jakarta bersiap menyambut turnamen bulutangkis bergengsi tingkat nasional, Kejuaraan Bulutangkis Piala Kapolri 2026. Kompetisi hasil kolaborasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) ini dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan GOR Pondok Bambu didapuk sebagai arena pertarungan bagi ratusan talenta terbaik tanah air.

Sebanyak 591 atlet dari 91 klub di seluruh Indonesia dipastikan berpartisipasi. Mereka akan bersaing sengit di kelompok umur pembinaan, meliputi kategori Pemula (U-15), Remaja (U-17), dan Taruna (U-19). Untuk memastikan kualitas kompetisi, peserta yang turun merupakan mereka yang menempati peringkat satu hingga 32 besar nasional dalam lima sektor pertandingan: tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Tak hanya fokus pada pembinaan usia muda, ajang tahun ini juga menghadirkan dimensi inklusivitas yang kuat melalui kategori khusus personel Polri dan kelompok difabel. Pada kategori Polri, akan dipertandingkan nomor Beregu Putra dengan aturan kombinasi usia tertentu. Sementara itu, kelompok difabel akan memainkan enam nomor tanding guna memberikan ruang setara bagi atlet penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Sekretaris Jenderal PP PBSI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Ricky Soebagdja, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Polri. Menurutnya, langkah Polri memasukkan kategori difabel merupakan terobosan positif dalam menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif. Ia berharap sinergi ini mampu melahirkan bibit-bibit juara baru sekaligus meningkatkan kebugaran jasmani serta sportivitas di lingkungan kepolisian.

Didukung oleh berbagai sponsor besar nasional seperti BRI, Mayora, Yonex-Sunrise, hingga BTN, kejuaraan ini diharapkan menjadi panggung unjuk gigi yang sangat kompetitif. Masyarakat luas dan para pencinta bulutangkis diundang langsung untuk meramaikan tribun penonton guna memberikan dukungan moral secara langsung kepada para atlet yang berlaga.