Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi menyoroti pentingnya penguatan ekosistem pembinaan olahraga sepatu roda di Kota Malang. Dalam agenda pengukuhan pengurus Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Malang periode 2025–2029 di Hotel Savana, Selasa (7/7/2026), Wahyu menekankan agar pengurus baru mampu menghadirkan tata kelola organisasi yang transparan serta adaptif.

Wahyu menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak boleh hanya berfokus pada perolehan medali semata. Baginya, pembangunan sistem yang kuat dari hulu ke hilir—mulai dari pembibitan usia dini, peningkatan kapasitas pelatih, hingga pengembangan wasit—menjadi kunci utama dalam mencetak atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter disiplin dan sportif.

Sebagai bagian dari visi 'Malang Mbois dan Berkelas', Pemkot Malang berkomitmen membangun sinergi kolaboratif yang melibatkan dunia pendidikan, sektor usaha, serta komunitas. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan gerakan pembinaan yang inklusif, sehingga olahraga sepatu roda dapat berkembang secara berkelanjutan di masyarakat.

Lebih lanjut, Wahyu mengajak pengurus untuk terus melakukan inovasi program yang berorientasi pada regenerasi atlet. Ia optimis bahwa melalui manajemen organisasi yang solid dan kemitraan yang strategis, Perserosi Kota Malang akan mampu melahirkan talenta-talenta unggul yang siap berkompetisi dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.