Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, terus menunjukkan fluktuasi aktivitas vulkanik yang tinggi. Hingga saat ini, gunung api setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut masih bertahan pada status Level III atau Siaga, dengan aktivitas kegempaan yang didominasi oleh gempa letusan secara terus-menerus.

Berdasarkan laporan pos pengamatan pada hari Kamis, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami sedikitnya tujuh kali erupsi beruntun sejak pukul 00.42 hingga 06.15 WIB. Letusan tersebut melontarkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian berkisar antara 700 hingga 1.100 meter di atas puncak kawah.

Selama periode pengamatan Kamis dini hari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, petugas mencatat terjadinya 15 kali gempa letusan dengan amplitudo 13-22 mm berdurasi hingga 158 detik. Selain itu, terekam pula lima kali gempa guguran, tiga kali gempa embusan, satu kali gempa harmonik, dan dua kali gempa tektonik jauh yang menunjukkan pergerakan magma di dalam perut gunung masih sangat dinamis.

Tingginya intensitas ini melanjutkan tren vulkanik dari hari sebelumnya. Sepanjang hari Rabu, tercatat ada 66 kali gempa erupsi yang mengguncang Semeru. Bahkan, aktivitas tersebut sempat memicu satu kali awan panas guguran dengan durasi 187 detik, disusul oleh belasan gempa guguran serta embusan lainnya.

Merespons kondisi yang dinilai masih rawan ini, otoritas terkait meminta masyarakat, khususnya para penambang pasir di aliran sungai, untuk mematuhi rekomendasi keselamatan. Warga dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi guna menghindari ancaman bahaya material vulkanik.