Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan baru saja merampungkan pelatihan intensif bertajuk Training of Trainers (ToT) Media Penyuluhan Kolaboratif. Berlangsung selama dua hari pada 8 hingga 9 Juli 2026, kegiatan yang dipusatkan di Gedung Kostratani ini diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari kombinasi mahasiswa dan Penyuluh Pendamping Lapangan (PPL) dari tiga kabupaten di Sumatera Utara.

Tingginya antusiasme peserta yang melampaui target awal menjadi sinyal kuat akan kebutuhan tenaga penyuluh untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyuluhan merupakan tulang punggung kemajuan sektor pertanian. Menurutnya, pesan pembangunan pertanian akan lebih efektif tersampaikan apabila dikemas melalui pendekatan yang memadukan nilai budaya lokal dengan perangkat digital masa kini.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, turut menyoroti urgensi inovasi media di tengah perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Ia menekankan bahwa media penyuluhan tidak boleh lagi bersifat kaku, melainkan harus lebih partisipatif dan inklusif. Senada dengan hal tersebut, Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, menyatakan komitmen lembaganya untuk terus menjadi inkubator ide-ide segar yang relevan dengan kebutuhan petani di lapangan.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pendampingan dari narasumber ahli, mulai dari pemetaan nilai sosial-budaya hingga strategi desain media. Praktik langsung menjadi sorotan utama, di mana para peserta berhasil memproduksi film pendek edukatif sebagai media penyuluhan kreatif. Rangkaian acara juga diisi dengan kompetisi media untuk memicu daya saing serta kreativitas para penyuluh dalam menciptakan materi yang inspiratif.

Diharapkan, keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini mampu diimplementasikan secara luas di wilayah kerja masing-masing. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Kementerian Pertanian dalam mencetak SDM pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu membawa sektor pangan nasional menuju era modernitas yang berkelanjutan.