Puncak Gilimantren yang terletak di sisi utara Gunung Giyanti, Magelang, kini menjadi primadona baru bagi para pencinta alam. Dari titik ketinggian ini, pendaki disuguhkan panorama megah Gunung Sumbing di sisi barat laut, serta pemandangan matahari terbit yang memukau dengan latar belakang deretan gunung ikonik Jawa Tengah, seperti Merapi, Merbabu, Andong, dan Telomoyo.

Kendati menawarkan keindahan visual yang memanjakan mata, pengelola kawasan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan konservasi lingkungan. Oleh karena itu, seluruh pendaki diwajibkan mematuhi 13 poin aturan tata tertib yang telah ditetapkan agar perjalanan pendakian berjalan aman serta ekosistem gunung tetap terjaga keasriannya.

Dalam aturan tersebut, pendaki diwajibkan mempersiapkan fisik dan perlengkapan logistik secara matang, termasuk membawa obat-obatan pribadi serta perlengkapan P3K. Selain itu, pendaki ditekankan untuk mengikuti arahan atau briefing petugas di basecamp guna memahami medan jalur pendakian yang akan dilalui.

Aspek kelestarian lingkungan menjadi poin krusial, di mana setiap pendaki dilarang keras membuang sampah sembarangan dan wajib membawa kembali sampah mereka saat turun. Pihak pengelola juga melarang segala bentuk aktivitas merusak, seperti memetik tanaman, berburu satwa liar, hingga aksi vandalisme terhadap bebatuan maupun fasilitas umum di sepanjang jalur pendakian.

Lebih lanjut, pengelola memberlakukan aturan nol toleransi terhadap barang-barang terlarang, termasuk minuman keras, obat-obatan terlarang, serta senjata api atau alat berburu. Seluruh pendaki juga diwajibkan menjaga etika dan moral selama berada di area Gunung Giyanti, dengan larangan melakukan tindakan asusila demi menjaga kesakralan kawasan pegunungan tersebut.