Upaya pencarian terhadap dua remaja asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, yang dilaporkan hilang saat berada di kawasan Gunung Bismo masih terus dilakukan. Hingga saat ini, tim gabungan masih memfokuskan penyisiran di area lereng gunung dengan ketinggian 2.365 meter di atas permukaan laut tersebut.
Kepala Desa Krinjing, Mulno, menegaskan bahwa wilayahnya bukanlah jalur pendakian resmi. Meski terdapat akses menuju kawasan hutan, pihak desa tidak menyediakan fasilitas basecamp pendakian. Warga setempat biasanya memasuki kawasan hutan hanya untuk kepentingan aktivitas pertanian, seperti mengelola lahan kopi dan alpukat.
Mulno menjelaskan bahwa akses menuju kawasan hutan sebenarnya relatif mudah dijangkau hingga titik tertentu, bahkan bisa dilalui menggunakan kendaraan roda dua. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat tim pencari bergerak menuju area yang lebih tinggi ke arah puncak gunung.
Kondisi medan yang belum terjamah jalur pendakian formal menyebabkan vegetasi tumbuh sangat rapat. Di sejumlah titik, rumput liar yang tinggi menutupi akses jalan sehingga tim penyelamat terpaksa melakukan pembabatan jalur secara manual sebelum dapat melintas.
Kondisi alam yang cukup ekstrem ini memperlambat pergerakan tim evakuasi di lapangan. Fokus utama saat ini tetap pada penyisiran menyeluruh di area yang diduga menjadi lokasi terakhir kedua remaja tersebut sebelum dilaporkan hilang.