Pada ajang konferensi investasi tahunan Invest ASEAN 2026 yang berlangsung di Singapura, Vietnam mencatatkan partisipasi signifikan dengan keterlibatan 14 perusahaan lokal. Momentum ini bertepatan dengan optimisme baru mengenai lanskap ekonomi negara tersebut, di mana Maybank Investment Banking Group memprediksi adanya pelonggaran kebijakan moneter yang lebih dinamis pada paruh kedua tahun 2026.
Stabilitas ekonomi Vietnam dipandang semakin membaik seiring dengan terkendalinya laju inflasi yang diperkirakan akan menyentuh level di bawah 5% menjelang akhir tahun. Selain itu, stabilnya nilai tukar valuta asing akibat meredanya harga minyak global serta derasnya arus investasi asing langsung (FDI) menjadi katalis utama bagi Bank Negara Vietnam (SBV) untuk menerapkan kebijakan yang lebih akomodatif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, SBV memilih untuk mengoptimalkan instrumen teknis guna menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem perbankan. Langkah strategis seperti penyesuaian rasio modal jangka pendek untuk pinjaman jangka panjang serta fleksibilitas dalam penghitungan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) dinilai efektif meringankan beban neraca bank, sehingga memberikan ruang gerak lebih luas bagi penyaluran kredit kepada pelaku bisnis.
Penurunan suku bunga deposito yang diprediksi mencapai level 7% untuk tenor 12 bulan pada akhir tahun ini diharapkan mampu menekan biaya modal secara signifikan. Efek domino dari kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh sektor perbankan, tetapi juga diproyeksikan akan mendongkrak performa berbagai industri, termasuk ritel, energi, serta logistik maritim.
Secara keseluruhan, pertumbuhan laba per saham (EPS) bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa efek diperkirakan akan tumbuh di kisaran 13-16% sepanjang tahun 2026. Sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter ini menjadi fondasi penting bagi Vietnam dalam menjaga momentum pertumbuhan PDB yang agresif serta memperkuat daya saing perusahaan lokal di tengah tantangan ekonomi global.