Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi adanya gelombang tsunami minor dengan ketinggian berkisar antara 9 hingga 18 sentimeter pascagempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Laut Sulawesi. Gelombang tersebut terpantau di tiga titik pengamatan, yakni Ulu Siau dan Melonguane di Sulawesi Utara, serta satu titik di wilayah Maluku Utara.

Sebagai dampak lanjutan dari aktivitas seismik tersebut, Kota Tarakan di Kalimantan Utara kini ditetapkan dalam status waspada. Pihak BMKG menjelaskan bahwa guncangan tektonik yang terjadi bersumber dari wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, yang memicu peringatan dini bagi wilayah pesisir di sekitarnya.

Dalam perkembangan lain di bidang kesehatan, pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menegaskan fokus layanan kontrasepsi gratis tahun 2026. Program ini diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori Desil 1-2, mencakup berbagai metode seperti vasektomi, tubektomi, hingga layanan pil dan suntik.

Sementara itu, sektor pelayanan haji menunjukkan langkah proaktif di mana Kementerian Haji dan Umrah RI mulai menyelaraskan persiapan untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi dengan lini masa yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Dokumen perencanaan tersebut telah diterima pemerintah pasca kepulangan tim Amirul Hajj.

Dari sektor kebencanaan, Gunung Semeru di Jawa Timur dilaporkan masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens. Petugas pengamatan mencatat dominasi erupsi serta gempa letusan yang terjadi sebanyak 16 kali dalam periode enam jam, dengan amplitudo mencapai 22 milimeter.