PT RANS Entertainment Indonesia Tbk secara resmi memulai babak baru dalam perjalanan bisnisnya dengan mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/7/2026). Langkah strategis ini berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar yang diproyeksikan untuk memperkuat posisi perusahaan dalam industri kreatif serta pengembangan berbagai aset properti intelektual (IP).

Dalam penawaran tersebut, perseroan melepas 2,525 miliar saham baru kepada publik, yang setara dengan 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga perdana sebesar Rp170 per saham, antusiasme investor terbukti sangat tinggi, yang ditandai dengan fenomena kelebihan permintaan (oversubscribed) dari hampir satu juta investor selama masa penawaran umum berlangsung.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menekankan bahwa langkah korporasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan potensi industri kreatif di Indonesia. Menurutnya, fokus utama ke depan adalah mentransformasi kreativitas menjadi entitas bisnis yang dikelola secara profesional guna memberikan nilai ekonomi berkelanjutan serta membuka peluang kerja yang lebih luas.

Alokasi dana hasil IPO telah disusun secara terperinci untuk menopang berbagai lini bisnis RANS. Sebagian besar dana, yakni sekitar 37,61 persen, akan digunakan untuk penyelenggaraan konser. Sisanya akan dialokasikan untuk akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia, pengembangan wahana tematik Cipungland, investasi teknologi kecerdasan buatan (AI), serta penguatan modal kerja untuk unit bisnis lainnya.

Sejak didirikan pada tahun 2016, RANS telah bertransformasi dari sekadar kanal konten digital menjadi ekosistem kreatif yang mencakup periklanan, produk konsumen, hingga sektor teknologi. Dengan rekam jejak kolaborasi bersama lebih dari 300 merek ternama, RANS kini menatap prospek pertumbuhan jangka panjang sebagai perusahaan publik yang berbasis pada inovasi dan pengembangan konten kreatif.