PT Mustika Ratu Tbk. (MRAT) menyatakan keyakinannya bahwa industri kecantikan dan perawatan diri di Tanah Air akan terus mencatatkan pertumbuhan positif hingga tahun 2026. Optimisme ini tetap terjaga meskipun pasar tengah menghadapi tantangan ekonomi yang cukup menantang, mulai dari pelemahan daya beli masyarakat hingga ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Direktur Mustika Ratu, Kusuma Ida Anjani, mengungkapkan bahwa tren kecantikan saat ini telah mengalami transformasi mendalam. Jika sebelumnya fenomena 'lipstick effect' menjadi acuan utama saat ekonomi lesu, kini perilaku konsumen telah bergeser secara struktural. Bagi generasi milenial dan Gen Z, produk perawatan diri telah bertransformasi dari barang konsumsi impulsif menjadi kebutuhan pokok dalam rutinitas sehari-hari.

Kusuma menjelaskan bahwa keputusan pembelian konsumen saat ini sangat dipengaruhi oleh standar yang lebih tinggi, mencakup kualitas, keamanan bahan, manfaat produk, serta relevansinya terhadap gaya hidup. Oleh karena itu, Mustika Ratu tidak lagi memandang tren ini sebagai fenomena sementara, melainkan sebuah perubahan permanen yang menuntut inovasi berkelanjutan.

Sebagai langkah strategis, perusahaan terus memperkuat posisinya melalui kolaborasi lintas industri yang kreatif, seperti peluncuran lini produk Body Serum yang dirancang khusus untuk memenuhi preferensi generasi muda. Strategi ini dipadukan dengan penguatan riset berbasis bahan alam Indonesia yang diintegrasikan dengan teknologi modern serta optimalisasi distribusi melalui kanal digital.

Data dari Statista turut memperkuat proyeksi positif ini, dengan nilai pasar industri perawatan diri di Indonesia diprediksi menyentuh angka US$10,55 miliar pada 2026. Dengan mengedepankan inovasi produk dan transformasi digital, Mustika Ratu bertekad untuk terus menangkap peluang di tengah pasar yang semakin kompetitif dan dinamis ini.