Sekitar 50.000 pelanggan Perumda Air Minum (AM) Kota Padang harus bersiap menghadapi potensi gangguan layanan air bersih selama satu tahun ke depan. Dampak ini merupakan konsekuensi dari proyek rehabilitasi besar-besaran pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun dan Intake Kampung Koto yang dijadwalkan tuntas pada Desember 2026.

Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, mengakui banyaknya keluhan masyarakat terkait penurunan kualitas air, seperti air yang keruh, berbau, hingga debit yang mengecil. Ia menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat infrastruktur IPA yang sudah berusia uzur sejak dibangun pada tahun 1957.

"Banyak peralatan yang kini rapuh dan tidak lagi mampu mengolah air secara optimal, terutama saat tingkat kekeruhan sungai meningkat drastis," ujar Hendra. Ia menambahkan, pihaknya saat ini fokus memperbaiki 12 unit filter serta pembenahan sistem pemurnian di Intake Kampung Koto agar layanan dapat kembali stabil pasca-rehabilitasi.

Di sisi lain, Direktur Teknik Perumda AM Padang, Andri Satria, menegaskan bahwa percepatan pengerjaan fisik sebenarnya memungkinkan, namun opsi tersebut berisiko memutus total aliran air kepada pelanggan selama beberapa bulan. Oleh karena itu, perusahaan memilih tetap melakukan distribusi meski kualitasnya tidak maksimal sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan.

Sebagai solusi jangka pendek, manajemen Perumda AM Padang mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk tidak mengonsumsi air dari keran secara langsung sebelum benar-benar jernih. Perusahaan juga berkomitmen menyalurkan bantuan air bersih gratis melalui mobil tangki bagi masyarakat yang membutuhkan dengan menghubungi layanan call center resmi.