Sejumlah raksasa teknologi asal China, termasuk ByteDance Ltd. dan Alibaba Group Holding Ltd., secara resmi menghentikan fitur yang memungkinkan pengguna menciptakan serta menyesuaikan persona kecerdasan buatan (AI) mereka sendiri. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas regulasi baru dari pemerintah Beijing yang semakin memperketat pengawasan terhadap layanan AI yang berinteraksi menyerupai manusia.

Doubao, aplikasi chatbot AI besutan ByteDance yang memiliki basis pengguna terbesar di China, dijadwalkan menonaktifkan fitur kustomisasi persona pada 15 Juli mendatang. Pengguna nantinya akan diarahkan untuk menggunakan aplikasi pendamping lain yang berdiri sendiri. Langkah serupa juga diambil oleh Alibaba melalui layanan AI mereka, Qwen, serta Tencent Holdings Ltd. lewat platform Yuanbao yang turut merespons kebijakan baru tersebut.

Langkah preventif ini dilakukan perusahaan teknologi menyusul aturan ketat yang akan mulai berlaku pada pertengahan Juli. Pemerintah China menyoroti potensi risiko yang ditimbulkan oleh AI yang mampu meniru kepribadian, emosi, dan kedekatan emosional dengan manusia. Pemerintah khawatir bahwa keterikatan yang terbentuk antara pengguna dan bot AI dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Regulasi yang pertama kali diumumkan pada April ini menegaskan komitmen Beijing dalam mengendalikan arah pengembangan AI agar tetap berada dalam koridor hukum. Perusahaan teknologi kini dituntut untuk melakukan penyesuaian operasional guna memastikan layanan mereka mematuhi batasan etika dan keamanan data yang ditetapkan oleh otoritas terkait.