TikTok, selaku pemegang saham mayoritas Tokopedia, secara resmi mengonfirmasi adanya langkah restrukturisasi organisasi yang berdampak pada pengurangan jumlah karyawan. Penyesuaian ini difokuskan pada divisi riset dan pengembangan (R&D) sebagai upaya strategis perusahaan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) ini sempat menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di berbagai media sosial. Meski demikian, pihak TikTok memilih untuk tidak merinci jumlah atau persentase karyawan yang terdampak dari kebijakan internal tersebut.
Dalam keterangan resminya, juru bicara TikTok menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menyelaraskan operasional organisasi agar lebih efektif dalam melayani ekosistem pengguna, kreator, serta penjual di platform. Perusahaan mengakui bahwa langkah ini merupakan keputusan yang menantang dan berkomitmen untuk mendampingi para karyawan yang terdampak selama masa transisi.
Di balik langkah restrukturisasi tersebut, TikTok menegaskan tetap memegang teguh komitmennya terhadap pengembangan Tokopedia di Indonesia. Investasi akan terus digelontorkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperkuat pemberdayaan pelaku usaha lokal dalam ekosistem perdagangan digital nasional.
Sebagai informasi, TikTok resmi menguasai sekitar 75 persen saham Tokopedia pada akhir 2023 melalui skema kerja sama strategis dengan GoTo Group. Integrasi operasional antara TikTok Shop Indonesia dan Tokopedia menjadi fondasi utama perusahaan dalam memperkokoh posisinya di pasar e-commerce Tanah Air hingga saat ini.