Pengoperasian jalur penyeberangan baru KMP Ferry di wilayah lingkar selatan Lampung membuka peluang bisnis strategis bagi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Langkah ekspansi pelayanan publik ini tidak hanya mengurai kemacetan lalu lintas darat, tetapi juga bertransformasi menjadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
Koridor logistik maritim terpadu ini menghubungkan beberapa titik penting mulai dari Krui, Kota Agung, Panjang, hingga Pelabuhan Bakauheni. Integrasi pelabuhan ini dinilai mampu mengoptimalkan distribusi logistik regional secara lebih terarah dan efisien.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, mengungkapkan bahwa pembukaan rute baru ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan di luar fungsi pelayanan publik. Menurutnya, dominasi alur penyeberangan ini memberikan ruang besar bagi ASDP untuk mendulang pendapatan berulang (recurring income), baik dari tiket truk logistik, kendaraan pribadi, maupun angkutan bahan baku industri.
Jalur perairan selatan ini secara langsung memecah konsentrasi antrean kendaraan yang selama ini bertumpuk di Pelabuhan Bakauheni. Arus distribusi barang kini dapat dialirkan langsung dari kawasan Pesisir Barat tanpa harus membebani jalur darat Lintas Sumatra yang sudah padat.
Dari sisi operasional, pemanfaatan jalur laut menawarkan keunggulan skala ekonomi yang jauh lebih efisien dibandingkan moda transportasi darat. Dengan menggunakan armada kapal berkapasitas 3.000 hingga 5.000 Gross Tonnage (GT), ASDP dapat mengangkut puluhan truk sekaligus dalam satu perjalanan, sehingga menekan biaya logistik per unit muatan secara signifikan. Langkah taktis ini diharapkan semakin memperkokoh posisi ASDP sebagai tulang punggung ekonomi maritim nasional di gerbang Pulau Sumatra.