BATAM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menggelar Pekan Olahraga Narapidana (Porsenap) untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berfokus pada pembinaan kepribadian ini resmi dibuka pada Jumat (31/7) di lapangan Lapas Batam dengan melibatkan perwakilan warga binaan dari seluruh blok hunian.
Upacara pembukaan berlangsung meriah dan ditandai secara simbolis dengan pelepasan balon ke udara oleh Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto. Langkah ini disambut dengan sorak sorai dan antusiasme tinggi dari para peserta serta seluruh warga binaan yang hadir menyaksikan pembukaan kompetisi tersebut.
Dalam pidatonya, Yosafat menekankan bahwa ajang olahraga ini bukan sekadar kompetisi fisik biasa, melainkan instrumen penting untuk membentuk karakter positif. Melalui olahraga, warga binaan diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan kebersamaan yang sangat dibutuhkan selama masa rehabilitasi sosial.
"Jadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk memupuk sikap saling menghormati dan disiplin tinggi. Kemenangan memang menyenangkan, namun menjaga kebersamaan dan tekad untuk menjadi individu yang lebih baik adalah tujuan yang jauh lebih utama," ujar Yosafat.
Porsenap tahun ini mempertandingkan enam cabang olahraga yang populer di kalangan warga binaan, mencakup futsal, bola voli, bulu tangkis, sepak takraw, catur, dan domino. Guna memastikan seluruh pertandingan berjalan aman dan kondusif, pihak Lapas menempatkan petugas pengawas di setiap area pertandingan demi menjaga ketertiban.
Selain membuka Porsenap, Kalapas Batam juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyosialisasikan terkait pemberian Remisi Umum HUT RI ke-81. Remisi ini akan diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif. Ia pun mengimbau agar mereka terus berkelakuan baik serta menaati peraturan yang berlaku di dalam Lapas.
Melalui program pembinaan berbasis olahraga ini, manajemen Lapas Batam berharap dapat menciptakan atmosfer lingkungan yang sehat, harmonis, dan produktif. Harapan besarnya, nilai-nilai disiplin yang terasah selama kompetisi dapat membekali warga binaan agar siap berintegrasi kembali dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat setelah masa pidana mereka berakhir.