Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda, Palaran, berlangsung berbeda dari biasanya. Institusi pendidikan yang fokus membina anak-anak dari kelompok rentan ini tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menyelenggarakan asesmen akademik mendalam serta pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Langkah strategis tersebut sengaja diambil untuk memetakan kemampuan awal para peserta didik baru. Pasalnya, sebagian besar siswa di sekolah ini memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari anak yang sempat putus sekolah hingga mereka yang belum pernah mendapatkan pendidikan formal sama sekali.

Kepala Sekolah Rakyat Samarinda jenjang SD, Pahrizal, menjelaskan bahwa asesmen yang berlangsung selama dua pekan ini krusial untuk menentukan penempatan kelas. Para guru menguji kemampuan literasi dan numerasi dasar siswa, seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung), guna merumuskan metode pendekatan belajar yang paling sesuai dengan kondisi psikologis anak.

Selain kesiapan akademik, kondisi fisik siswa juga menjadi perhatian utama melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sebelum menempati fasilitas asrama, setiap siswa wajib menjalani pemeriksaan fisik menyeluruh, meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, serta lingkar kepala dan perut.

Pemeriksaan ini difungsikan sebagai deteksi dini stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Pihak sekolah nantinya akan merekapitulasi seluruh data kesehatan fisik ini untuk dilaporkan secara berkala kepada Kementerian Sosial, guna memastikan program pembinaan berasrama berjalan optimal demi masa depan anak-anak tersebut.