Sektor perdagangan dan jasa di Provinsi Son La menunjukkan performa stabil sepanjang semester pertama tahun 2026. Kinerja ini tercermin dari kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan produksi, operasional bisnis, hingga konsumsi masyarakat lokal secara memadai.

Aktivitas ekspor menjadi motor penggerak utama dengan nilai kumulatif mencapai US$128,1 juta, atau tumbuh sebesar 13,93% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Komoditas unggulan yang mendominasi pasar ekspor meliputi teh, kopi, produk olahan singkong, buah-buahan, sayuran, serta produk susu dan pertanian olahan lainnya.

Pemerintah daerah secara konsisten berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta otoritas lintas batas untuk memperbarui standar kualitas dan persyaratan teknis pasar. Langkah proaktif ini dilakukan agar pelaku usaha dan koperasi mampu menyesuaikan strategi produksi dan distribusi sesuai dengan dinamika pasar global yang terus berubah.

Di sisi lain, transformasi digital dan pemanfaatan e-commerce terus didorong melalui berbagai pelatihan bagi aparatur sipil negara, pengusaha, dan pelaku koperasi. Upaya ini diimbangi dengan promosi perdagangan intensif yang menghubungkan sisi penawaran dan permintaan, baik di tingkat lokal maupun di kota besar seperti Ho Chi Minh.

Demi menjaga ekosistem ekonomi yang sehat, pemerintah provinsi juga memperketat pengawasan pasar melalui kampanye anti-penyelundupan dan penindakan terhadap barang ilegal. Selama enam bulan pertama ini, sebanyak 436 kasus pelanggaran telah diperiksa dengan 357 kasus berhasil ditangani. Operasi ini berhasil mengamankan pendapatan negara sebesar 3 miliar VND serta memusnahkan barang ilegal senilai lebih dari 1,4 miliar VND, guna menjamin perlindungan bagi konsumen dan persaingan usaha yang sehat.