Operasi pencarian dua remaja bernama Alifin dan Yufaidin yang sempat dinyatakan hilang selama belasan hari di Gunung Bismo akhirnya menemui titik terang. Keduanya ditemukan oleh tim relawan serta Wanadri dalam kondisi tidak bernyawa di dasar jurang dengan kedalaman mencapai 200 meter pada Minggu (12/7) siang.

Peristiwa ini bermula saat kedua korban mendaki Gunung Bismo pada Selasa (30/6/2026) dengan membawa perbekalan yang sangat minim. Berdasarkan keterangan Ranger Gunung Prau, Solichun, para korban diduga tersesat di jalur yang tidak umum atau 'blank spot' sebelum akhirnya terperosok ke dalam tebing curam yang medannya dipenuhi pepohonan rimbun dan minim sinar matahari.

Tim SAR gabungan sempat menemui kendala besar dalam proses pencarian akibat kontur geografis lereng selatan Gunung Bismo yang ekstrem. Meski operasi pencarian sempat dinyatakan ditutup pada Sabtu (11/7), tim dari Wanadri tetap melanjutkan penelusuran hingga berhasil menemukan titik lokasi korban di kawasan lembah dekat Curug Tiga.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga malam hari karena medan yang sulit serta posisi jenazah yang berada di kedalaman 200 meter. Tim SAR harus menggunakan teknik tali temali untuk menjangkau lokasi tersebut. Kondisi jenazah yang ditemukan berjauhan mengindikasikan bahwa kedua remaja tersebut telah meninggal dunia beberapa waktu sebelum ditemukan.

Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro, menyatakan bahwa setelah proses evakuasi rampung, jenazah segera dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani prosedur pemulasaraan. Saat ini, kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan tradisi yang berlaku.