Denyut aktivitas olahraga di Stadion Teladan, Kota Medan, Sumatra Utara, tidak pernah meredup. Sejak pagi hingga senja, stadion bersejarah ini terus menjadi ruang publik yang hidup bagi warga setempat untuk berolahraga, mulai dari berlari pagi, bersepeda, hingga bermain sepak bola. Stadion yang dirancang oleh arsitek Lim Bwan Tjie ini tetap mempertahankan fungsinya sebagai pusat vitalitas kebugaran warga sejak pertama kali diresmikan.
Didirikan pada tahun 1953 untuk menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) III, Stadion Teladan memiliki rekam jejak historis yang sangat kuat bagi dunia olahraga nasional. Tempat ini bukan hanya markas legendaris bagi klub PSMS Medan era Perserikatan, tetapi juga pernah menjadi saksi laga persahabatan internasional melawan klub-klub elite Eropa seperti Ajax Amsterdam, Arsenal FC, dan UC Sampdoria pada periode 1970 hingga 1996, serta menjadi arena turnamen legendaris Marah Halim Cup.
Guna menjaga warisan sejarah tersebut dan meningkatkan fasilitas olahraga, Pemerintah Kota Medan menginisiasi proyek revitalisasi menyeluruh yang dimulai sejak Februari 2024. Melibatkan investasi sekitar Rp510 miliar yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, proyek ini bertujuan meremajakan seluruh area stadion agar memenuhi standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Pembenahan infrastruktur mencakup pembangunan ulang seluruh tribun penonton dengan kapasitas baru mencapai 20.080 kursi tunggal (single seat). Selain fasilitas utama pertandingan, area sekitar stadion juga ditata ulang menjadi ruang terbuka hijau yang lebih asri dan nyaman bagi masyarakat yang ingin berekreasi.
Memasuki tahap akhir penyelesaian, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat proyek ini agar segera dapat digunakan secara optimal. Walau pengerjaan fisik belum rampung sepenuhnya, Stadion Teladan sempat dipercaya menjadi salah satu lokasi pertandingan Piala AFF U-19 2026 yang berlangsung tanpa penonton, dan menuai apresiasi positif dari para pemain berkat desain modernnya.
Respons positif mengalir dari warga sekitar yang merasakan langsung perubahan lingkungan stadion yang kini menjadi jauh lebih bersih dan teratur. Harapan besar juga datang dari kelompok suporter PSMS Medan Fans Club yang mendambakan tim kesayangan mereka, skuad Ayam Kinantan, dapat segera kembali merumput dan berlaga di rumah asli mereka yang penuh sejarah ini.