Prestasi gemilang diraih Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia yang sukses merebut gelar juara Piala AFF Putri 2026 setelah menumbangkan Laos dengan skor telak 5-0 di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia. Di balik dominasi fisik dan stamina prima para pemain sepanjang turnamen, terdapat peran krusial Muchtar Hendra Hasibuan, dosen Program Studi PJKR Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) yang bertindak sebagai pelatih fisik.

Muchtar mengintegrasikan metode sport science modern untuk mendongkrak performa skuad Garuda Pertiwi. Pendekatan ilmiah ini difokuskan pada pengukuran kondisi fisik secara presisi, pengaturan beban latihan yang terukur, serta program pemulihan yang cepat. Langkah ini memastikan para pemain terhindar dari cedera sekaligus mampu menjaga intensitas permainan tetap tinggi hingga peluit akhir berbunyi.

Dalam kancah sepak bola modern, ketahanan fisik dan kelincahan menjadi fondasi utama taktik permainan. Kesiapan fisik yang prima memungkinkan para pemain menjalankan strategi pelatih secara konsisten di lapangan. Melalui program latihan yang dirancang Muchtar, Timnas Putri Indonesia membuktikan bahwa aspek kebugaran ilmiah menjadi kunci penting dalam memenangkan turnamen dengan jadwal padat.

Dekan FIKK UNJ, Prof. Nofi Marlina Siregar, mengapresiasi pencapaian ini dan menyatakan kebanggaannya. Menurutnya, keterlibatan aktif Muchtar dalam tim nasional membuktikan bahwa kualitas akademik dari perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi nyata dalam kancah olahraga internasional sekaligus memperkuat relevansi penerapan ilmu keolahragaan di lapangan.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan iptek. Pengalaman praktis Muchtar di level internasional diharapkan dapat dibawa kembali ke ruang kuliah untuk memperkaya wawasan mahasiswa FIKK UNJ, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan pengembangan prestasi olahraga nasional.